AK
Analis Kredit BPR/BPRS
sahabatmata.or.id — Platform Analisis Terintegrasi
AI Advisor Aktif PRO v2.0
Credit Score
dari 1000 poin
Tingkat Risiko
berdasarkan 5C+S
DSCR
min. 1,2x
LTV Agunan
maks. 80%
Data Debitur
Data Kredit
Hasil Analisis
CREDIT SCORE / 1000
Character
Capacity
Capital
Collateral
Condition
Isi data dan klik Proses Analisis
untuk melihat rekomendasi AI
Character — Karakter Debitur
Skor Character
Capital — Modal Sendiri
Debt to Equity Ratio (DER)
DER = Total Kewajiban ÷ (Aset − Kewajiban)
Skor Capital
Condition — Kondisi Ekonomi
Skor Condition
Capacity — Kemampuan Bayar
Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
DSCR = Pendapatan Bersih ÷ Total Angsuran Per Bulan
Skor Capacity
Collateral — Agunan
Loan to Value (LTV)
LTV = Plafon Kredit ÷ Nilai Agunan × 100%
Skor Collateral
Syariah — Komponen Khusus BPRS
Skor Syariah
Laporan Laba Rugi
Neraca
Hasil Rasio Keuangan
Masukkan data dan klik Hitung Rasio
Bobot Komponen Credit Scoring
1

Character — Bobot 25%

SLIK OJK, reputasi komunitas, kejujuran dokumen, histori pembayaran lembaga lain

2

Capacity — Bobot 30%

DSCR, cash flow proyeksi, rasio angsuran terhadap penghasilan bersih (maks. 40%)

3

Capital — Bobot 15%

DER, modal sendiri vs total kewajiban, net worth debitur, ekuitas usaha

4

Collateral — Bobot 20%

LTV, jenis & likuiditas agunan, appraisal KJPP, coverage ratio terhadap plafon

5

Condition — Bobot 10%

Prospek industri, kondisi makroekonomi, siklus bisnis, persaingan pasar

Kolektibilitas OJK (POJK 40/2019)
Kol.StatusTunggakanCKPN Min.
1Lancar0 hari1%
2DPK1—90 hari5%
3Kurang Lancar91—120 hari15%
4Diragukan121—180 hari50%
5Macet> 180 hari100%
Matriks Keputusan Kredit
Rentang SkorRatingKeputusanSuku Bunga
850—1000AAA✓ DisetujuiKompetitif
750—849AA✓ DisetujuiNormal
650—749A✓ Disetujui*Normal +0,5%
550—649BBB⚠ Review+50 bps
450—549BB⚠ Review Khusus+100 bps
< 450C/D✗ Ditolak
* Skor A dapat disetujui dengan covenant tambahan dan pemantauan ketat
Stress Test — Skenario Penurunan Pendapatan
Skenario Normal (100% Pendapatan)
DSCR = Rp 15.000.000 ÷ Rp 6.200.000
Skenario Turun 20%
Pendapatan tersisa = 80% × baseline
Skenario Turun 30% (Terburuk)
Pendapatan tersisa = 70% × baseline
A. Teknik Kuantitatif

01 Cash Flow Analysis

Menelaah arus kas operasional, investasi, dan pendanaan. Operating CF harus positif minimal 120% dari angsuran. CF = Pendapatan − Biaya Operasional − Cicilan − Pajak.

02 Analisis Sensitivitas & Stress Test

Uji kemampuan bayar pada penurunan pendapatan 10%, 20%, 30%. Usaha dinyatakan tahan jika DSCR ≥ 1,0 pada skenario penurunan 20%.

03 Break-Even Point (BEP)

BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual − Biaya Variabel per unit). Usaha harus beroperasi minimal 130% di atas BEP untuk margin keamanan yang memadai.

04 Proyeksi Keuangan 3 Tahun

Buat proyeksi pendapatan, HPP, laba bersih, dan arus kas 36 bulan ke depan. Gunakan asumsi konservatif: pertumbuhan 10—15%/tahun.

05 Rasio Likuiditas Komprehensif

Current Ratio ≥ 1,5x; Quick Ratio = (Aset Lancar − Stok) ÷ Kewajiban Lancar ≥ 1,0x; Cash Ratio = Kas ÷ Kewajiban Lancar ≥ 0,2x.

06 Working Capital Turnover

WC = Aset Lancar − Kewajiban Lancar. WC Turnover = Penjualan ÷ WC Rata-rata. Semakin tinggi turnover, semakin efisien pengelolaan modal kerja.

07 Rekonstruksi Laporan Keuangan UMKM

Rekonstruksi dari buku kas sederhana, nota pembelian, rekening koran 6 bulan terakhir. Teknik ini krusial untuk UMKM informal yang tidak punya laporan resmi.

B. Teknik Kualitatif

08 Trade Checking & Peer Reference

Kunjungi minimal 2 pemasok dan 2 pelanggan utama. Verifikasi pola pembayaran, reputasi, dan keandalan usaha di lingkungan bisnis debitur.

09 On-Site Visit & Investigasi Lapangan

Kunjungan ke lokasi usaha dan tempat tinggal. Verifikasi eksistensi, kapasitas produksi, stok, aset, dan kesesuaian dokumen vs kondisi riil.

10 Analisis SWOT Usaha Debitur

Strengths (keunggulan), Weaknesses (kelemahan SDM/modal), Opportunities (pasar berkembang), Threats (kompetitor/regulasi). Minimal 3 poin per kuadran.

11 Porter's 5 Forces Analysis

Daya tawar pembeli & pemasok, ancaman pendatang baru, produk substitusi, intensitas persaingan. Menentukan ketahanan bisnis jangka panjang.

C. Teknik Khusus BPR/BPRS

12 Analisis Sumber Pengembalian (SoR)

Primary source: pendapatan usaha utama. Secondary source: gaji pasangan, pendapatan sampingan, aset lain yang dapat dilikuidasi sebagai cadangan pengembalian.

13 Penilaian Agunan (Appraisal KJPP)

Nilai Pasar (Market Value) vs Nilai Likuidasi (Forced Sale Value = 70—80% MV). Pastikan FSV ≥ plafon kredit untuk coverage agunan yang memadai.

14 Metode Angsuran Flat vs Efektif

Flat: Angsuran = (Pokok + Total Bunga) ÷ Tenor. Efektif/Anuitas: PMT = P × [r(1+r)^n] ÷ [(1+r)^n−1]. Efektif lebih transparan dan menguntungkan debitur.

15 Early Warning System (EWS)

Indikator: penurunan omzet 20%+, rekening koran tiba-tiba pasif, pergantian pasangan/keluarga, tutup usaha, konflik hukum. Monitoring wajib bulanan.

Parameter Simulasi
📌 Catatan Penting:
Metode Flat: efektif rate lebih tinggi dari nominal rate. Wajib disclose ke debitur sesuai SEOJK No.13/2014 tentang transparansi biaya kredit.
Hasil Simulasi — Metode Flat
Isi parameter dan klik Hitung Simulasi
Hasil Simulasi — Metode Efektif / Anuitas
Isi parameter dan klik Hitung Simulasi
Konsultasi Kasus Kredit
Pertanyaan Cepat
SLIK Merah + Agunan Kuat
Rekonstruksi LK UMKM
BPR vs BPRS Syariah
Early Warning Kredit
Stress Test UMKM
Penilaian Agunan KJPP
BMPK & Regulasi OJK
Kredit Usaha Musiman
Hasil & Rekomendasi AI
AI Advisor — Analisis Otomatis

Berdasarkan data yang dimasukkan di Dashboard, sistem mendeteksi kondisi awal berikut. Lakukan analisis penuh untuk rekomendasi lengkap.

Kekuatan Utama

Histori kredit bersih SLIK Kol.1 merupakan indikator karakter terbaik. DSCR di atas 2x menunjukkan kapasitas bayar yang kuat. LTV 50% memberikan buffer agunan yang sangat aman.

Poin Perhatian

Lakukan verifikasi lapangan untuk mengkonfirmasi omzet sesuai rekening koran. Minta laporan keuangan 6 bulan terakhir. Periksa usaha sejenis di radius 1 km untuk validasi kondisi.

Mitigasi Risiko

Pasang covenant: laporan keuangan triwulan wajib, larangan tambah utang baru tanpa izin BPR, pemantauan rekening koran aktif, asuransi jiwa debitur minimal senilai plafon.

Rekomendasi Akhir

Kredit dapat disetujui dengan plafon Rp 150 juta, tenor 36 bulan, dengan persyaratan agunan SHM diikat sempurna (APHT), asuransi jiwa aktif, dan monitoring triwulan.

✓ Rekomendasikan: Setujui dengan Syarat
12 Fitur Pembeda
AI

AI Advisor Terintegrasi

Rekomendasi otomatis, analisis risiko, saran mitigasi berbasis AI terkini

5C

Analisis 5C + Syariah

Mendukung BPR konvensional & BPRS dengan analisis akad dan kehalalan

CF

Rekonstruksi Laporan Keuangan

Rekonstruksi LK UMKM informal dari data transaksi dan rekening koran

ST

Stress Test 3 Skenario

Simulasi penurunan pendapatan 10%, 20%, 30% secara otomatis real-time

DS

DSCR & LTV Real-Time

Kalkulasi otomatis semua rasio kunci saat data berubah, instan

SK

Credit Scoring 1000 Poin

Matriks AAA–D dengan bobot 5C terstandarisasi dan dapat dikustom

SIM

Simulasi Angsuran Dual Metode

Flat dan efektif/anuitas dalam satu klik, transparansi ke debitur

EW

Early Warning System

Deteksi dini 15 indikator kredit bermasalah kualitatif & kuantitatif

RS

6 Rasio Keuangan Otomatis

GPM, NPM, Current Ratio, DAR, ROA, EBITDA — dengan interpretasi warna

PR

Proyeksi 3 Tahun

Model proyeksi keuangan skenario optimis, moderat, dan pesimis

SW

SWOT & Porter's 5 Forces

Analisis industri terstruktur untuk keputusan kredit berbasis data

KJ

Checklist On-Site Visit

Panduan kunjungan lapangan terstruktur, verifikasi usaha & agunan

Perbandingan vs Sistem Biasa
FiturSistem Biasa / ManualSistem Ini
Analisis 5CManual, tidak terstrukturOtomatis + Skor + Visual
AI AdvisorTidak AdaTerintegrasi penuh
Dukungan BPRS SyariahTidak AdaLengkap dengan akad
Stress TestTidak Ada3 skenario otomatis
Simulasi AngsuranFlat saja, manualFlat + Anuitas + Total Biaya
Rekonstruksi LK UMKMTidak AdaPanduan + Teknik Lengkap
Early Warning SystemTidak Ada15 Indikator Otomatis
Credit Scoring TerstandarSubyektif analisObjektif, berbobot OJK
📌 Tentang Platform Ini
Dikembangkan untuk membantu analis kredit dan komite kredit BPR/BPRS dalam membuat keputusan kredit yang lebih akurat, terstandar, dan terdokumentasi. Platform ini mengintegrasikan standar analisis OJK, prinsip kehati-hatian perbankan, serta kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan risiko kredit yang optimal.
Berhasil

Analisis selesai diproses.